Selasa, 21 Oktober 2014

Gereja Ayam, Punthuk Setumbu Hingga Gunung Merapi Via Selo (Bagian 2 Punthuk Setumbu Di Sore Hari)

Gambar 1. Sunrise dari bukit Punthuk Setumbu

     Catatan perjalanan saya kali ini adalah lanjutan dari postingan sebelumnya yang berjudul Mengunjungi Bangunan Unik Mirip Sphinx dari Desa Gombong, Magelang. Saat itu saya dan Ingga meninggalkan lokasi Gereja Ayam pada jam 14.30, disini Ingga memberi kabar kepada temannya yang bernama Eka untuk langsung menyusul di Punthuk Setumbu. Sebenarnya Eka juga ingin bergabung sejak awal (mengunjungi Gereja Ayam) namun karena tanggung jawab pekerjaannya, ia hanya bisa menyusul ketika kami berada di Punthuk Setumbu. Sebelum masuk cerita lagi mungkin ada yang belum tahu apa sih sebenarnya Punthuk Setumbu?yuk baca dulu tentang Punthuk Setumbu diparagraf berikutnya. 


     Punthuk Setumbu adalah sebuah bukit berketinggian sekitar 400 meter di sebelah Barat Daya Candi Borobudur. Tepatnya berada di Dusun Kerahan, Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dari atas ketinggian ini, para pelancong bisa menyaksikan kemegahan mentari pagi yang muncul dari balik Gunung Merapi dan Merbabu. Tak cuma itu. Dari Punthuk Setumbu, pengunjung mendapat bonus pemandangan indah Candi Borobudur yang seolah berada di negeri di atas awan. Puncak di Punthuk Setumbu berupa pelataran yang memanjang 200 meter arah Utara Selatan.Di bagian tepinya diberi pagar bambu sebagai pembatas.

     Sunrise di pagi hari, yup, itulah keistimewaan dari bukit Punthuk Setumbu. Tapi apa yang kami temukan jika mengunjunginya pada sore hari? Sunset, yah itu pikir kami, jika Sunrisenya sebagus itu, mungkin Sunset yang akan kami lihat juga sama bagusnya.

     Setelah meninggalkan Gereja Ayam, kami menuju Punthuk Setumbu. Berbeda dengan jalan menuju Gereja Ayam, jalan menuju Punthuk Setumbu sudah banyak papan petunjuk jalannya, meski banyak petunjuk jalan, saat itu saya sempat bertanya-tanya kepada warga sekitar agar lebih jelas dengan arah kami. Setengah jam perjalanan dengan motor, akhirnya kami sampai di Punthuk Setumbu pada jam 15.00. Dilokasi sangat sepi pengunjung, hanya beberapa penjaga yang ada di lokasi wisata tersebut. Disini kami memarkirkan motor dan beristirahat di gubuk dekat dengan loket masuk, disini kami disambut dengan ramah oleh bapak-bapak penjaga loket tersebut. Saat itu kami bertanya-tanya seputar Punthuk Setumbu, disitu kami dijelaskan bahwa keramaian tempat wisata ini adalah pagi hari. Hanya ada beberapa orang yang berkunjung disini ketika sore, lagi pula pemandangan saat sore kalah jauh bila dibandingkan pemandangan yang didapatkan saat pagi hari. Harga tiket masuk kearea wisata ini adalah 15.000 rupiah untuk turis lokal dan 30.000 rupiah untuk turis manca, namun karena kami berkunjung pada sore hari saya hanya membayar satu tiket untuk dua orang.

Gambar 2. Pemandangan saat dipagi hari, terlihat Candi Borobudur yang megah

     Setelah membayar retribusi masuk kami mulai berjalan memasuki area wisata, dari parkiran untuk sampai dipuncak bukit ini hanya membutuhkan waktu 10menit. Sebenarnya dari perjalanan kepuncak bukit Candi Borobudur sudah terlihat, namun karena banyaknya pepohonan, pemandangan Candi Borobudur menjadi terhalang. Setelah beberapa menit kami berjalan akhirnya kami sampai puncak bukit Punthuk Setumbu, kami menikmati sore sambil menunggu Eka yang dalam perjalanan menyusul kami.

     Di atas bukit kami dapat melihat kepala Gereja Ayam yang kami kunjungi sebelumnya, ternyata lokasi Punthuk Setumbu dan Gereja Ayam tidak terlalu jauh. Selain itu kami juga dapat melihat Candi Borobudur dengan jelas, namun sayang cuaca sedikit mendung, sehingga Gunung Merapi dan Merbabu tidak terlihat dari sini.

Gambar 3. Punthuk Setumbu disore hari 

Gambar 4. Punthuk Setumbu

     Jam 15.30, tak lama setelah kami sampai dipuncak bukit ini, akhirnya Eka datang kemudian bergabung dengan kami. Disini kami saling berbincang, berbagi pengalaman dan berbagi informasi tempat-tempat seru yang bisa dijadikan agenda trip selanjutnya. Lama kami menghabiskan sore disini, akhirnya kami harus berpisah dan meninggalkan lokasi karena hari sudah mulai gelap. Saat itu saya melanjutkan perjalanan ke Gunung Merapi, sedangkan Ingga dan Eka pulang ke Jogja. Sekian dulu catatan perjalanan saya di Punthuk Setumbu, nantikan kelanjutan cerita saya di Gunung Merepi yah.

Lanjutan :
Comments
0 Comments
Facebook Comments by Media Blogger